New post about syntax linguistics
Hiiii sobat blogger....! What's up dude? Hopefully everything is alright
Welcome back to my blog, if in the previous post I wrote about what linguistics is, now I will write one part of linguistics that is syntax.
Pengertian Sintaksis
Kata sintaksis ini berasal dari Yunani, yakni “sun” serta “tatein”, yang memiliki arti “ menempatkan”. Jadi kata sintaksis ini secara etimologis adalah menempatkan bersama-sama kata-kata itu menjadi kelompok kata atau kalimat. Dengan kata lain sintaksis ini ialah tata bahasa yang membahas hubungan antar kata itu di dalam tuturan.
Sintaksis dalam bahasa Belanda Syntaxis, dalam bahasa Inggris syntax dan dalam bahasa Arab nahwu ialah imlu bahasa yang berbicara tentang hubungan antar unsur bahasa untuk membentuk sebuah kalimat. Itu sebabnya dalam bahasa Indonesia (BI) sintaksis disebut juga ilmu tata kalimat. Sintaksis adalah pembahasan tentang frase, kllausa, kalimat sebagai kesatuan sistemisnya. Dalam sintaksis kita berbicara tentang kesatuan yang lebih besar dari kata, yaitu frase, klausa dan kalimat.
Frase atau frasa
Frase atau frasa (dari bahasa Inggris phrase) adalah kesatuan bahasa yang lebih besar daripada kata karena frase selalu terdiri atas dua patah kata atau lebih. Perpaduan kata-kata itu menimbulkan makna baru. Frase bentuknya sama dengan kata majemuk karena sama-sama terdiri atas paduan dua kata. Namun, frase berbeda dari kata majemuk (compound, Ing). Bila komponen-komponen frase tetap mempertahankan identitasnya yaitu maknanya sendiri, maka komponen kata mejemuk dapat kehilangan maknanya sama sekali.
Frase berdasarkan distribusinya terbagi atas frase endosentrik dan frase eksosentrik. Dikatakan endosentrik bila distribusi frase itu sama dengan distribusi komponennya baik kedua-duanya atau salah satunya. Frase endosentrik terbagi lagi atas : Frase endosentrik koordinatif, frase endosentrik atributif, dan frase endosentrik apositif.
Hubungan antara unsur-unsur frase itu menentukan makna antarunsurnya, misalnya frase nominal, frase verbal, frase adjektiva, frase adverbial, frase numeralia, dan frase preposisiona
Example :1. Bekerja keras (frasa verbal)
2. Rumah kaca (frasa nominal)
3. Lumayan baik( frasa adjective)
4. Ke kantor ( frasa prepositional)
5. Hampir baik ( frasa adverbial)
Klausa
Klausa merupakan sekumpulan kata atau satuan gramatikal yang terdiri dari subjek (S) dan predikat (P). Dalam suatu kalimat utuh minimal harus terdiri dari satu klausa. Namun dalam beberapa kasus kalimat yang lebih rumit, biasanya terdiri dari dua klausa atau lebih.
Secara umum, klausa terbagi menjadi klausa dependen dan klausa independen. Klausa dependen adalah klausa yang harus terhubung dengan klausa lainnya agar bisa menjadi sebuah kalimat utuh. Sedangkan, klausa independen adalah klausa yang dapat berdiri sendiri tanpa terhubung dengan klausa lain untuk menjadi sebuah kalimat utuh.
Berdasarkan strukturnya dapat dibedakan adanya klausa bebas dan klausa terikat. Klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap, sekurang-kurangnya mempunyai subyek dan predikat, dan karena itu mempunyai potensi untuk menjadi kalimat mayor.
Untuk lebih memahaminya, perhatikan contoh klausa dalam kalimat sebagai berikut :
Adi harus mempertahankan nilai terbaik di tiap semester agar ia mendapat beasiswa.
klausa I : Adi harus mempertahankan nilai terbaik di tiap semester
klausa II : Adi mendapat beasiswa
Berdasarkan kategori unsur segmental yang menjadi predikatnya dapat dibedakan adanya klausa verbal, klausa nominal, klausa ajektival, klausa adverbial dan klausa preposisional. Dengan adanya berbagai tipe verba, maka dikenal adanya klausa transitif, klausa intransitif, klausa refleksif dan klausa resprokal.
Kluasa ajektival adalah klausa yang predikatnya berkategori ajektiva, baik berupa kata maupun frase. Klausa adverbial adalah klausa yang predikatnya berupa adverbial. Klausa preposisional adalah klausa yang predikatnya berupa frase berkategori.
Klausa numeral adalah klausa yang predikatnya berupa kata atau frasenumerila . Klausa berupa sata dalah klausa yang subjeknya terikat di dalam predikatnya, meskipun di tempat lain ada nomina atau frasenomina yang juga berlaku sebagai subjek.
1. Klausa Nomina
Klausa nomina ialah klausa yang P-nya berupa frasa yang termasuk kategori frasa nomina.
Example: Dia seorang sukarelawan.
2. Klausa Verba
Klausa verba ialah klausa yang P-nya berupa frasa yang termasuk kategori frasa verba.
Example: Dia membantu para korban banjir.
3. Klausa Adjektiva
Klausa adjektiva ialah klausa yang P-nya berupa frasa yang termasuk kategori frasa adjektiva.
Example : Adiknya sangat gemuk.
4. Klausa Numeralia
Klausa numeralia ialah klausa yang P-nya berupa frasa yang termasuk kategori numeralia.
Example :Temannya dua puluh orang.
5. Klausa Preposisiona
Klausa preposisiona ialah klausa yang P-nya berupa frasa yang termasuk kategori frasa preposisiona.
Example :Sepatu itu di bawah meja.
Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan.
Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.) untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat informatif, tanda tanya (?) untuk menyatakan pertanyaan dan tanda seru (!) untuk menyatakan kalimat perintah. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.
That's all about syntax guys, hopefully it"'s useful, and don't forget to comment,criticize,or suggestπ let's discussππ




